Masih Ada

Senja yang diiringi rintik hujan telah benar-benar hilang tenggelam bersama sang malam
Sepanjang jalan lampu-lampu kota pun mulai menyala
Angin berhembus mesra perlahan menghantam tubuh dalam sebuah perjalanan dengan bayang-bayang kehidupan yang masih selalu menyimpan dendam,bayangan yang seakan ingin mehilangkan seluruh ingatan di dalam otak.
Rasa gelisah perlahan mendekap jiwa dalam perjalanan malam ini
Sejenak perjalanan harus berhenti untuk menenangkan jiwa yang mulai berkacamuk dengan bayangan kehidupan pada rasa dendam
Bergumam pada pikiran yang mulai masuk pada pertanyaan tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Perlahan rintik hujan mulai menaikkan amarahnya
Tak bisa coba redam ketakutan
Tak bisa coba simpan bayangan kehidupan pada rasa dendam
Seakan hujan malam ini ingin menutupi dan menyaksikan tangis serta jerit amarah tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Dingin hujan menusuk kedalam sukma
Namun jerit amarah kian meluap tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Menjerit sekuat tenaga hingga rasa dalam ingatan pada rasa dendam menghilang walau hanya untuk sesaat.
***

oops!

Source images by mbah google.

Ada yang lebih penting,sampai lupa hahaha! tarik selimut dulu ah

Sisa Selembar

"Kenapa dran sepertinya lagi ada masalah?" tanya palui yang penuh dengan tai mata sehabis bangun tidur. ..
*
"Nggak apa-apa lui,cuma perkara duit di dompet sisa selembarannya aja nah.." sahut si hadran. ..
*
"Umalah diriku kira dirimu lagi susah buang air besar,makanya muka pucat" kata si palui. ..
*
"Bungulnya ey!!!" sahut hadran. ..
*
"Si jono dari kejauhan mendengar teriakan bungul dari mulut si hadran,
Umalah hadran kenapa jadi berkata kasar" tanya jono. ..
*
"Anu jon ai si palui teman lagi bingung,hmmm malah diajak bercanda" sahut hadran dengan wajah tamvannya. ..
*
"Uuuuu susah gimana ini maksudnya dran"? Jono ini orang banyak uang jadi selow. ..
*
"Jadi gini jon o,aku lagi kehabisan uang,dengan senyum khas ringan dari hadran" senyum mesum. ..
*
"O jadi perlu uang,umalah jangan sungkan bilang pinjam uang sama aku dran,mau pinjam berapa dran ?" Jono selow banyak uang. ..
*
"Sedikit aja jon, ya 80juta"? Kata hadran. ..
*
"Umalah sedikitnya,untuk apa itu uang?" Jono mulai mengkhayal untuk mengibuli hadran. ..
*
"Buat aku sewa prostitusi online jon, eh nggak bercanda, buat usaha jual beli jangkrik jon" jangkrik yang bisa wik. ..
*
"Oh gitu,yaudah ini aku ke atm ku transfer,
Jeda beberapa jam 'maklum untuk menempuh perjalanan ke mesin atm jaraknya kurang lebih dua jam.
Masuklah dran"? Kata jono dengan selow. ..
*
"Beh masuk jon ai 80ribu,mantap"!! wajah hadran merah seperti ah sudahlah. ..
*
"Hahahaha aku adanya segitu doang dran ai,jadikan uang kamu nggak selembar lagi, 20ribunya ada 4 jadi sekarang uang kamu lima lembar kan hahahaha" puas hati jono mengibuli hadran. ..
*
"Nggak apa-apa jon,semoga lain kali bisa 80juta beneran ya uhuyyy,terima kasih jonolah" benar juga ya jadi nggak selembar lagi uangku si hadran bicara dalam hati. ..
*
"Nah gitu dong dran senyum,jangan lupa bersyukur juga,kita masih punya teman seperti jono,dikala susah dia masih mau minjamin uang,walaupun nggak 80juta hahaha." Palui tersenyum ketika bisa memberi kata-kata yang begitu indah kepada abang tamvan si hadran.
***

Kenapa Ya ?

Palui hari ini bingung, sangat bingung, huh terdengar hembusan manjah si palui dikuping hadran, yang membuat hadran geli-geli ingin menampar wajah palui. Ternyata setelah diselidiki oleh hadran.

Jadi gini reka ulang kejadian obrolannya :
..
👾 palui : dran,ini kenapa ya ?
💩 hadran : Oh itu,isi pulsa aja selesai am.
👾palui : Wah pintar banget kamu ya dran
💩 hadran : Jelas hadran gitu loh!

Nah gitu lui, kalau apa-apa cerita aja sama abang hadran nan tamvan mempesona ini, jangan diulangi lagi ya. Sahut si palui, ahsiappppp!

Obrolan Singkat

Kulukulukulukuluk *nada telpon hadran* berbunyi. Aduh siapa sih nelpon ganggu orang lagi tidur!!!!! *
Hadran : halo siapa ya?
Mawar : Hai hadran
Hadran : Hai.. *hmmm suaranya kayak kenal*
Mawar : Bagaimana kabar  kamu?
Hadran : hmmm baik,Kamu gimana?...
Mawar : Baik juga,Masih sama yang kemarin?
Hadran : Oh sudah lama kami jalan masing-masing...
Mawar : Wah sayang sekali,kok bisa ?
Hadran : Nggak apa2,sekarang lagi fokus memperbaiki diri aja dan fokus ngebangun masa depan...
Mawar : Prett,Ah yakin?masa sih,nggak yakin aku!?
Hadran : Hahaha ngga apa2 kalau nggak yakin,hmmm siapa tahu kalau ketemu yang cocok dan bisa langsung kejenjang yang lebih serius,berartikan ya mantap...
Mawar : Amin semoga ya
Hadran : Kamu gimana sudah move on belum dengan anu?...
Mawar : Hahaha bisa aja kamu ngebalikin pertanyaan yang sama
Hadran : Lah serius ini?...
Mawar : Yah begitulah,terkadang hati suka nggak sinkron sama pikiran
Hadran : maksudnya gimana itu hahhaa?
Mawar : yah kalau lihat dia jalan sama yang lain,terkadang suka seperti nggak ikhlas gitu
Hadran : sudah ikhlasin aja,terkadang emang gitu gejalanya,tapi lama-lama juga biasa aja
Mawar : iya sih,terima kasih dran
Hadran : sama-sama,lg sibuk nggak? Jalan yuk?
Mawar : kebetulan lagi nggak sibuk,ayo
Hadran : tunggu ya,nanti aku jemput

tut tut tut langsung hadran tancap gas!
***

Bayangkan

Suara rakyat jelata ketika kelaparan
"Ibu,maafkan bapak belum bisa beli beras hari ini,semoga besok ada beras yang mampu bapak beli,sabar ya bu"
Suara gadis kecil mendorong gerobak berisi sampah
"Ibu,aku ingin sekolah dan tidak ingin seperti ini,aku lelah bu,sabar ya anak ku"
Suara bangunan kota menyaksikan manusia
"Pagi,siang,malam hingga dini hari masih saja mereka berlomba memperkaya diri"
Suara hutan kota
"Ah wahai saudara kita di hutan sana sedang ketakutan akan statusnya,siaga dan bersiap diri ketika mereka akan diperkosa,dibunuh dan dibuang,seperti saudara hutan kita di kota lain"
Suara penyair
"Tetap menyuarakan hak orang-orang kecil, walaupun urusan perut belum sempat diurus"
Suara jalanan
"Ah sakit terlindas setiap hari,siapa yang melintas diatasku,si miskinkah,si kayakah,si pendosakah, si ahli surgakah, si si siapa saja"
Suara penduduk asli
"Loh kok gitu,loh kenapa,loh kok bisa,kita turis ya?"
Suara perampas hak kebahagiaan manusia dan ketenangan alam
"Bagaimana jika kita diam,kan kita sudah punya segalanya dan hanya menyaksikan penderitaan mereka ha ha ha".

 
oh andrian © 2014 - 2018 | All Right Reserved